Kadar Air Tanah
Kadar air tanah dinyatakan dalam persen volume yaitu presentase volume air terhadap volume tanah. Cara penetapan kadar air dapat dilakukan dengan sejumlah tanah basah dikering ovenkan dalam oven pada suhu
C -
C untuk waktu tertentu. Air yang hilang karena pengeringan merupakan sejumlah air yang terkandung dalam tanah tersebut. Air irigasi yang memasuki tanah mula mula menggantikan udara yang terdapat dalam pori makro dan kemudian pori mikro. Jumlah air yang bergerak melalui tanah berkaitan dengan ukuran pori pori pada tanah. Air tambahan berikutnya akan bergerak kebawah melalui proses pergerakan air jenuh. Gaya gravitasi tidak berpengaruh terhadap pergerakan horizontal (hakim, dkk, 1986).
Menurut Hanafiah (2007) bahwa koefisien air tanah yang merupakan koefisien yang menunjukkan potensi etersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman, terdiri dari:
a. Jenuh atau retensi maksimum, yaitu kondisi dimana seluruh ruang pori tanah terisi oleh air.
b. Kapasitas lapang adalah kondisi dimana tebal lapisan air dalam pori pori tanah mulai menipis, sehingga tegangan antar air dan udara meningkat lebih besar dari gaya grafitasi.
c. Koefisien layu (titik layu permanen) adalah kondisi air tanah yang ketersediaannya suda lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktifitas, dan mempertahankan torgornya.
d. Koefisien higroskopis adalah kondisi dimana air tanah terikat sangat kuat oleh gaya matrik tanah.
Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah tanah bertekstur kasar mempunyai saya menahan air lebih kecil dari pada tanah bertekstur halus. Oleh karena itu tanaman yang ditanam pada daerah pasir umumnya lebih muda kekeringan dari pada tanaman yang ditanam pada daerah lempung atau liat. Kondisi kekurangan air atau keebihan air dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Ketersediaan air dalam tanah dipengaruhi, banyaknya curah hujan atau air irigasi, kemempuan tanah menahan air besarnya evapotranspirasi ( penguapan langsung melelui tanah dan melalui vegetasi). Tingginya muka air tanah, kadar bahan organic tanah senyawa kimiawi atau kandungan garam garam, dan kedalam solum tanah atau lapisan tanah (Madjid 2010).
Air yang tersedia biasanya dinyatakan sebagai air yang terikat antara kapasitas lapangan dan koefisien layu. Kadar air yang diperlukan tanaman juga bergantung pada pertumbuhan tanaman dan beberapa bagian profil tanah yang dapat digunakan oleh akar tanaman. Tetapi kebanyakan untuk mendekati titik layunya absorpsi oleh air tanaman kurang begitu cepat, dapat mempertahankan pertumbuhan tanaman. Penyesuaian untuk menjaga kehilangan air diatas titik layunya telah ditunjukkan ditunjukkan dengan baik (Buckman and Brady, 1982).
Kadar air dalam tanah dapat dinyatakan dalam persen volume yaitu persen volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air pada pertunbuhan pada volume tanah tertentu. Cara penetapan kadar air tanah dapat digolongkan dengan beberapa cara penetapan kadar air tanah dengan gravimerik, kapasitas lapang. Daya pengikat butir butir tanah terhadap air adalah besar dan dapat menandingi kekuatan tanaman yang tingkat tinggi dengan baik begitu pun pada tanah inceptisol dan vertisol karena itu tidak semua air tanah dapat diamati dan ditanami oleh tumbuhan (Hardjowigeno, 1993)
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kadar air tanah
Menurut indranada 1994, factor factor yang mempengaruhi kadar air tanah terdiri dari:
1. Kadar Bahan Organik
Kadar bahan organic tanah mempunyai pori pori yang jauh lebih banyak dari pada partikel mineral tanah yang berarti luas permukaan penyerapan juga lebih banyak sehingga makin tinggi kadar bahan organic tanah makin tinggi kadar dan ketersediaan air tanah.
2. Kedalaman Solum
Kedalaman solum atau lapisan tanah menentukan volume simpan air tanah, semakin dalam maka ketersediaan kadar air juga akan semakin banyak.
3. Iklim dan Tumbuhan
Iklim dan tumbuhan pempunyai pengaruh yang penting bagi ketersediaan air yang dapat yang dapat diabsorbsi dengan efisiensi tumbuhan dalam tanah. Temperature dan perubahan udara merupakan perubahan iklim dan berpengaruh pada efisiensi penggunaan air tanah dan penentuan air yang dapat hilang melalui saluran evaporasi permukaan tanah. Kelakuan akan ketahanan pada kekeringan keadaan dan tingkat pertumbuhan adalah factor pertumbuhan yang berarti.
4. Senyawa Kimiawi
Senyawa kimiawi garam garam dan senyawa pupuk baik alamiah maupun non alamiah mempunyai gaya asmotic yang dapat menarik dan menghidrolisis air sehingga koefisien laju meningkat.
5. Tekstur Tanah
Tekstur tanah berpengaruh bahwa dengan adanya perbedaan jenis tekstur tanah dapat menggambarkan tingkat kemampuan tanah untuk mengikat air.
6. Strukrur Tanah, Permeabilitas, Serta Pori Ttanah
Strukrur Tanah, permeabilitas tanah serta pori tanah merupakan hal yang penting bagi factor factor yang mempengaruhi kadar air didalam tanah. Tanah yang mempunyai ruang pori yang lebih banyak akan mampu menyimpan air lebih banyak. Tanah yang lebih baik untuk proses pertumbuhan tanaman adalah jenis tanah jenis inseptisol, karena jenis tanah inseptisol cukup subur karena mempunyai bahan organic yang cukup tinggi.
Kapasitas Lapang
Menurut Sombroek, 1967 yang dimaksud kapasitas lapang yaitu:
Kapasitas lapang ialah kandungan lengas maksimum yang tersedia untuk proses pertumbuhan tanaman. Pengukuran dapat dilakukan dengan membasahi tanah sampai lewat jenuh kemudian dibiarkan air mengatur bebas karena gravitasi selama 48 jam. Pada kondisi ini tanah mengandung lengas maksimum yang tersedia untuk tanaman. Pori makro terisi udara, sedangkan pori mikro sebagian terisi air yang tersedia. Pada umumnya harkat kandungan lengas kapasitas lapang meningkat berdasarkan urutan urutan: pasir < debuan < geluhan < lempung < gambut. Air tersedia merupakan selisih antara kapasitas lapang dan titik layu yang besarnya dipengaruhi tekstur, tetapi berbeda dengan kapasitas lapang. Sedangkan titik layu permanen merupakan pada titik terbawa daerah kelembapan yang tersedia. Suatu tanaman akan layu bila tidak bias memperoleh air yang dibutuhkan. Kelayakan sementara akan terjadi pada banyak tanaman pada suatu hari yang panas dan angin bertiup, tetapi tanaman pulih kembali. Pada saat hari yang sejuk kelayuan permanen begitu pula kelayuan sementara tergantung pada besarnya pemakaian air oleh tanaman.
sumber:
http://fiqhiardiansyah.blogspot.co.id/2013/04/kadar-air.html
iotmobilku.blogspot.com
scantoolku.blogspot.com
iotberas.blogspot.com
rumahiot.blogspot.com
iotmotorku.blogspot.com
iotmobilku.blogspot.com
scantoolku.blogspot.com
iotberas.blogspot.com
rumahiot.blogspot.com
iotmotorku.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar